Torong, Gang

Terletak di daerah Glodok, di tengah Pecinan, Jakarta Kota. Ia merupakan salah satu cabang dari Jl. Molenvliet Barat. Semula jalan itu bernama Torenlaan, tetapi lidah penduduk Batavia lebih suka menyebutnya Gang Torong. Di jalan ini, pada abad ke-18 ada sebuah gedung mirip toren atau menara di atas sebidang tanah di jalan sempit itu. Gedung itu dibangun dan dimiliki oleh Mohr, seorang pendeta di gereja Portugis yang terletak tidakjauh dari situ. Bentuknya sangat unik, seperti tampak dalam lukisan oleh J Rach pada tahun 1768. Di bagian kanan lukisan Rach itu ada bangunan dengan sebagian atap berbentuk kubah, menjulang di antara rumah-rumah bergaya khas Cina. Karena sangat tinggi dibanding ketinggian rumah-rumah biasa, penduduk menyebutnya menara atau dalam bahasa Belanda, "toren".

Gedung itu memang bukan bangunan biasa. Ia adalah observatotium bintang, tempat mengamati keadaan ruang angkasa, tidak berbeda dengan planetarium sekarang. Pada abad ke-18 gedung milik Mohr merupakan landmark Batavia dan menjadi perhatian semua orang yang menyaksikannya. Tidak saja bentuknya yang dianggap aneh, kegiatan Mohr sendiri, yang tidak henti-hentinya mengamati bintang dan benda-benda angkasa, juga tidak dimengerti orang. Apa yang dilakukan oleh Mohr dianggap luar biasa, sebab kompeni sendiri belum memiliki observatorium semacam itu. Astronomi masih merupakan ilmu yang barn, yang hanya diminati para ilmuwan dan pelaut.

Mohr dilahirkan pada tahun 1716 di salah satu negara bagian Jerman, dengan nama Johann Moritz Mohr. Ia adalah anak lelaki dari pendeta Johan Philip Mohr yang menikahi Catharina Barbara Hoseman. Tahun 1733 ia pergi ke Batavia dan diterirna bekerja pada kompeni. Kemudian ia dipercaya memimpin seminari untuk mendidik pendeta lokal. Di luar tugasnya di gereja, ia juga tertarik pada ilmu pengetahuan, khususnya pada astronomi. Bangunan observatorium itu dibongkar pada tahun 1808 berikut torennya.