Topeng Di Kubur

Sebuah legenda di Jakarta. Menceritakan tentang De Pries, seorang tuan tanah di daerah Kebon Kelapa. Ia adalah seorang yang tamak harta dan semena-mena terhadap para pekerja serta penduduk Kebon Kelapa. Dia menarik pajak yang berlebihan kepada penduduk, bagi yang melawan akan disiksa dan dipenjara. Pada saat tradisi pesta panen harus dilaksanakan, penduduk minta izin kepada De Pries agar pesta panen yang hendak dilaksanakan diisi dengan permainan Topeng. De Pnes memberikan izin dengan satu syarat pelaksanaan pesta harus dilakukan di dalam sebuah lubang yang bisa menampung seluruh penduduk Kebon Kelapa.

Pada saat penduduk sedang merayakan pesta panen dengan permainan Topeng, segera anak buah De Pries diperintahkan untuk menutup pintu keluar dan masuk terowongan yang hanya ada satu itu. Maka terkurunglah seluruh penduduk dalam lobang tersebut. De Pries senang sekali, tamatlah riwayat hidup seluruh penduduk Kebon Kelapa. Dengan demikian De Pries dapat menguasai seluruh harta benda penduduk yang tertinggal di rumah mereka. De Pries dan anak buahnya kemudian merayakan kemenangan tersebut dengan mabuk berat.

Ketika terbangun dari tidur, De Pries mendengar suara permainan Topeng dari pintu masuk dan keluar yang telah ditutup itu. Pada saat De Pries menyuruh anak buahnya memeriksa ternyata tidak menemukan apa-apa termasuk seluruh harta di rumah penduduk telah raib. Sejak itu De Pries tidak bisa tidur karena terus mendengar suara permainan Topeng. De Pries akhirnya gila dan meninggal mengenaskan. Demikianlah balasan Allah kepada manusia yang berjiwa tamak.