Tolak Bala

Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, orang Betawi punya nyanyian dan beberapa alat penolak bala. Biasanya anak-anak tidak menyanyi atau bersiul waktu Maghrib, karena takut ditampar setan. Jika lewat di tempat angker, mereka akan berkata, Permisi anak macan mao liwat. Bagi orang tua, ketika anaknya terjatuh akan mendendangkan pantun sambil mengolesi luka dengan ludah.

Utak utik utak uger

Ayam rintik menclok di pager

Ada tikus kucing uber

Ade enok entong seger

Alat penolak bala yang digunakan oleh orang Betawi antara lain celana kolor orang tua (diikat di tiang untuk menghentikan hujan atau digantung di tempat tidur anak yang terkena sawan), cabe merah, bawang merah, garam, telur soang busuk, tebu, pisang raja, aneka kembang, pohon kelor, dsb. Untuk minta hujan, garam disebar atau dengan memandikan kucing.