To-thau

Sebutan kacang tanah dalam bahasa Cina. Menurut Hooyman, kacang tanah masuk ke Batavia sekitar tahun 1155, kemungkinan besar berasal dari Cina. Sedangkan di Nusantara telah dikenal sejak abad ke-17, dengan ditemukan pemeriannya di dalam flora Rumphius. Sekitar tahun 1778, budi daya kacang tanah muncul bersamaan dengan budi daya tebu yang merupakan perwujudan semangat bertani bangsa Cina. Tanaman ini membutuhkan tanah merah, subur dan lembab.

Kacang tanah disebut juga kacang Cina. Secara umum kacang tanah memberi keuntungan besar. Hasil panen dibawa ke penggilingan untuk dibuat minyak. Umurnnya penggilingan digerakkan oleh tenaga manusia, sehingga minyak yang dihasilkan bermutu tinggi (bagus) dan sangat diminati. Di Batavia pada tahun 1778 terdapat 51 penggilingan (8 di dekat kota dan 43 di Ommelanden). Dengan mempekerjakan 600 buruh, masing-masing memasok 27.000 kannen atau guci kecil setiap tahunnya. Adapun limbah yang tersisa dari pemerasan dibuat tahi minyak untuk pupuk, khususnya diperkebunan tebu dan juga untuk pakan babi.