Tjonat, Si

Atau Si Conat, novelet berbahasa Melayu Rendah yang ditulis oleh wartawan dan penulis Manado, FD.J. Pangemanan, dan diterbitkan oleh Tjoe Toei Yang, Batavia, pada tahun 1900. Seperti lazimnya karya fiksi Melayu-Rendah pada zaman itu, novelet ini juga berdasarkan peristiwa-peristiwa nyata yang menjadi pemberitaan pers pada zamannya. Si Tjonat adalah pemimpin gerombolan perampok di Batavia yang banyak melakukan kejahatan terhadap orang-orang Belanda, Cina, dan pribumi. Kehebatan dan kekejaman kejahatannya itulah yang banyak diceritakan. Novelet ini amat digemari oleh pembaca Indonesia, sehingga berkali-kali dibuat sebagai cerita pentas dalam teater modern di kota-kota sampai tahun 1930-an.

Novelet ini kemudian difilmkan oleh Batavia Motion Picture pada tahun 1929. Film ini agaknya secara khusus ditujukan untuk penonton Cina. Seperti noveletnya yang dikarang oleh FD.J. Pangemanan, berkisah tentang Tjonat, seorang bandit pribumi yang menculik gadis Cina, Lie Gouw Nio. Namun Tjonat bisa dikalahkan oleh Thio Sing Sang, kekasih si gadis. Pers banyak mengecam film ini karena tidak menyukai ceritanya yang penuh kekerasan. Tetapi menurut Kwee Tek Hoay (kritikus film), yang penting adalah bagaimana film Cina bisa hidup. Dia juga optimis, dibaginya film dalam dua bagian akan mendapat sambutan yang memuaskan dari masyarakat.