Tjokorda Raka Sukawati

Menyelesaikan pendidikan teknik sipil di Institut Teknologi Bandung (1963). Setelah tamat, ia langsung bekerja di Hutama Karya. Setelah menjabat Direktur Administrasi Keuangan selama 15 tahun, ia menjabat Direktur II Operasional. Setelah itu, ia menduduki posisi puncak di BUMN itu sebagai direktur utama. Sejak mahasiswa, Raka telah berpengalaman dalam melakukan pekerjaan sipil. Ia pernah mengerjakan beton berat penahan radiasi di Reaktor Atom Bandung dan membuat landas pacu lapangan terbang yang menjorok ke laut sepanjang 1 kilometer di Bali. Keduanya merupakan proyek yang pertama kali dikerjakan di Indonesia saat itu.

Ia adalah Direktur utama Hutama Karya yang menemukan Landas Putar Bebas Hambatan, yaitu sistim hidraulik yang dipergunakan untuk memutar balok penyangga badan jembatan layang. Sistim ini pertama kali digunakan dalam pembuatan jalan tol Cawang-Tanjungpriok, Jakarta, sepanjang 15,6 kilometer. Penemuam teknik yang disebut juga Sasrabahu 80 (namanya diberikan oleh Presiden Soeharto) ini berawal di garasi mobil. Ketika itu ia melihat badan mobil yang disangga dongkrak dapat berputar dengan dongkrak berfungsi sebagai sumbu. Berdasarkan fenomena yang diamatinya, ia menciptakan alat berupa dua silinder yang saling menangkup seperti botol dengan . tutupnya, setinggi 13 sentimeter dan berdiameter 80 sentimeter. Kedua silinder itu menempel dengan pas, tetapi masing-masing dapat diputar-putar dengan mudah. Di antara kedua silinder itu diisikan minyak setinggi 3 milimeter. Agar minyak tidak meluber, celah di antara dua silinder itu disisipi karet penyekat. Meskipun kecil, alat ini mampu menahan dan menggeser batang horizontal sepanjang 22 meter yang amat berat.