Tjoe Bou San

Wartawan, pemimpin redaksi Sin Po yang menganut nasionalisme Tionghoa untuk peranakan. Namun ia tidak membahas masalah politik dalam romannya. Ia membahas cerita cinta kasih dan tragedi keluarga. Tjoe Bou San atau Haw San Liang lahir di Jakarta tahun 1891 dan meninggal di Jakarta tahun 1925. Pernah menjadi pemimpin redaksi Hoa Tok Po, sebuah mingguan Melayu Tionghoa di Jakarta yang berafiliasi dengan Soe Po Sia, sebuah organisasi revolusioner yang mendukung Dr. Sun Sen. Kemudian Tjoe pindah ke Surabaya dan memimpin majalah Tjhoen Tjhioe hingga 1917. Setelah itu pergi ke daratan Tiongkok sebagai koresponden Sin Po. Tahun 1919 kembali ke Jakarta dan menjadi pemimpin redaksi harian Sin Po. Setahun kemudian merangkap jabatan direksi harian tersebut. Sin Po yang dipimpinnya menjadi jurubicara kelompok nasionalis Tionghoa di Jawa. Pada tahun 1919 ia pernah mengadakan Kampanye Memberantas UU Kekaulaan Belanda dan berhasil mengumpulkan sejumlah 30.000 tanda tangan orang Tionghoa yang tidak mau jadi kawula Belanda.

Novel pertamanya berjudul Satoe Djodoh jang Terhalang, diterbitkan pada tahun 1917 yang memaparkan cinta tragis mengenai sepasang pemuda-pemudi Tionghoa yang dipaksa berpisah karena ayah gadis itu ingin mengawinkan anaknya dengan pemuda lain. Setelah itu Tjoe menerbitkan beberapa novel lagi, tetapi menurut kritik, novelnya yang terindah berjudul The Loan Eng yang terbit pada 1922, tetapi tidak sesukses karangan pertamanya. Karya-karya lainnya adalah Thomas Alva Edison (Pengaroenja Kamaoehan), Binasa Lantaran Harta Batavia, Pembalasan Kedji Batavia, dsb.