Tjilik Riwut

Pahlawan Nasional, lahir pada 2 Februari 1918 di Kasongan, Kalimantan Tengah. Ia mengikuti pendidikan setingkat SD, kemudian memasuki Sekolah Perawat di Purwakala dan Bandung. Pada 1938, dengan beberapa rekannya, ia mendirikan organisasi Pakat Dayak yang bertujuan meningkatkan citra masyarakat Dayak. Untuk itu, Pakat Dayak menerbitkan majalah Sastra Rakyat, ia bertugas sebagai pemimpin redaksi. Sesudah kemerdekaan, ia berjuang bersama pemuda Kalimantan yang ada di Jawa. Rombongan demi rombongan pemuda dikirim ke Yogyakarta untuk menggerakkan perjuangan di Kalimantan. Salah satu rombongan itu dipimpin Mayor Tjilik Riwut. Di Kota Waringin, ia mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Di beberapa tempat didirikannya pasukan bersenjata untuk melakukan perang gerilya melawan Belanda. Ia beberapa kali terlibat dalam pertempuran. Ia juga mengadakan pertempuran dengan kepala-kepala suku-suku Dayak. Dari pertempuran itu lahirlah Sumpah Setia Masyarakat Suku Dayak terhadap RI.

Pada awal Desember 1946 Tjilik Riwut kembali ke Yogyakarta. Sementara itu, AURI melakukan operasi penerjunan pasukan di Kalimantan pada tanggal 17 Oktober 1947. Ia ikut sebagai penunjuk jalan. Para prajurit AURI berhasil diterjunkan dekat Kotawaringin. Penerjunan itu adalah penerjunan pertama yang dilakukan AURI. Sesudah Perang Kemerdekaan berakhir, ia diangkat sebagai Wedana Sampit, kemudian Bupati Kotawaringin, dan akhirnya Gubernur Kalimantan Tengah. Ia berjasa membangun Palangkaraya sebagai ibukota Kalimantan Tengah. Sebagai gubernur, ia berhasil meningkatkan kesejahteraan dan memajukan pendidikan penduduk Kalimantan Tengah. Ia pernah pula bertugas sebagai anggota DPR dan DPA. AURI menganugerahinya pangkat Laksamana (Marsekal) Pertama Kehormatan berkat jasa-jasanya di lingkungan AURI. Ia meninggal dunia pada 17 Agustus 1987.