Tjerita Roman

Judul majalah sastra yang terbit pasca PD I, tahun 1920-an dan 1930-an, bersamaan dengan timbulnya nasionalisme politik Tionghoa di Jawa seperti terlihat dengan munculnya tiga kelompok politik di antara peranakan Tiongkok, Chung Hwa Hui yang berkiblat ke Hindia Belanda dan Partai Tionghoa Indonesia yang berorientasi ke nasionalisme Indonesia.