Tjerita Njonja Kong Hong Nio

Hasil goresan pena dari Tuan H. Kommer yang berjudul lengkap Njerita Njonja Kong Hong Nio-Satoe Toean tanah di Babakan afdeeling Tangerang Betawi-Satoe tjerita jang amat loetjoe, indah, dan ramai dan jang betoel soedah kadjadian kira-kira saratoes taon ialoeh di tanah Djawa Koelon. Karya ini dicetak di percetakan Toen WP. Vasques, Batavia, cetakan yang pertama kali, 1900. Njonja Kong Hong Nio dalam bentuk maupun isi telah dapat dikatakan modern, masalah sosial yang digarap begitu menonjol, bahkan menjadi sebuah dokumen tentang kehidupan di tanah partikelir atau swasta. Tragedi kejatuhan bangsawan pribumi bisa dilukiskan dengan begitu dramatik sehingga kenyataan fiksi terasa lebih nyata daripada kenyataan sosialnya sendiri.

Kisah ini bercerita tentang nyonya Kong Hong Nio, tuan tanah dari desa Babakan dekat Tangerang. Meski ia seorang perempuan namun pandai berkuda dan tangkas memainkan berbagai senjata. Nyonya ini mempunyai anak perempuan dari perkawinan pertamanya dengan Tan Hap Pon yang bernama Tan Kim Nio. Sedang dari perkawinan keduanya dengan baba Lim Tek Kan, ia mempunyai 3 anak tiri bernama Liem Tjeng San, Liem Ke Tjoan, dan Liem Hok Kan. Anak tirinya yang terakhir kemudian dinikahkan dengan Tan Kim Nio. Hok Kan tidak pernah menyukai Kim Nio bahkan melarikan istri orang, Mas Nyai. Ketiga anak tiri ini sangat membenci Kong Ho Nio yang dianggap telah merebut warisan dari ayah mereka. Ketiganya kemudian bekerja sama dengan Mas Albaram dan Roos, mandor dan pelayan Kong Ho Nio untuk meracuni si nyonya dan membunuh anak perempuannya sekalian. Rencana mereka diketahui oleh Dana, ronggeng angklung yang telah dipermalukan oleh Hok Kan dan Mas Redjo, kakak Mas Nyai yang sedang mencari adiknya (suami Mas Nyai sudah meninggal). Namun karena begitu banyak masalah, Kong Ho Nio kehilangan kewaspadaan sehingga berhasil diracuni dan mati. Cerita diakhiri dengan dihukumnya komplotan jahat tersebut, Hok Kan dan Mas Albaram dihukum gantung, Tjeng San dan Ke Tjoan dihukum lima belas tahun kerja paksa, sedang Roos dilepas karena sudah mau bersaksi. Tan Kim Nio kemudian menikah lagi dengan seorang Cina kaya dan tinggal di dekat Kalideres.