Tjarita Purwaka Tjaruban Nagari

Naskah kuno yang memberitakan tentang Kota Jakarta. Naskah ini berasal dari sekitar tahun 1720 dengan pengarang Pangeran Aria Tjarbon. Naskah itu beredar sejak awal abad XIX di luar lingkungan Keraton Cirebon. Naskah berisi tentang sejarah tokoh "pendiri" Jakarta, yaitu Fatahillah. Purwaka Tjaruban Nagari bukan merupakan dokumen dari zaman Jakarta didirikan, sehingga pengetahuan tentang sumbernya penting. Selain itu, naskah ini penuh cerita ajaib dan memperlihatkan kepentingan pihak Cirebon waktu itu. Tjarita ini ditulis oleh Pangeran Arya Carbon terdiri dari 303 bait. Diperkirakan ditulis tahun 1720 yang berdasarkan naskah yang lebih tua yakni Nagarakretabhumi yang terdiri dari tiga parwa. Penulisan Tjarita ini sangat tergantung dengan kitab Nagarakertabhumi, sehingga kadar historisitasnya sangat lemah dan diragukan keasliannya oleh para sejarawan. Sebagai sumber sejarah kota Jakarta Tjarita Purwaka Tjaruban Nagari dinilai tidak kritis.

Dari kitab ini diterangkan kedudukan Fatahillah, ketika ia diperintah oleh Sultan Demak dan Sunan Gunung Jati untuk mengadakan serangan terhadap Sunda Kelapa sebagai senapati yang memimpin tentara Demak dan Cirebon. Dari kitab ini pula diketahui bahwa Jakarta merupakan daerah Pajajaran.