Tjan Tjoe Siem

Seorang Javanolog dan Islamolog peranakan Tionghoa. Lahir di Solo 1909 dan meninggal di Jakarta, 30 Desember 1978. Atas permintaan keluarga dikebumikan di makam keluarganya di Solo. Nenek moyang Tjan pernah berjasa ketika terjadi Perang Diponegoro (1825-1830) dan mendapat penghargaan dari Mangkunegaran II. Tjan dibesarkan dalam budaya Jawa dan Tionghoa. Keturunan Tionghoa asal Solo, beragama Islam, tapi dalam dirinya lebih dominan Jawanya. Memperoleh gelar Doctor in de Letteren en Wijsnegeerte (Doktor Sastra dan Filsafat) pada 1938 di Universitas Leiden, Belanda dengan disertasi berjudul Hoe Koeroepati bruid verwerf (Bagaimana Koeroepati memperoleh penggantinya). Karir akademisnya dimulai di Hindia Belanda sebagai guru bahasa, selanjutnya menjadi profesor di UI, Nanyang University, Singapura, dan IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta.