Titik Puspa

Penyanyi dan bintang film, bernama asli Sudarwati. Lahir di Tanjung, Kalimantan Selatan, 1 November 1937. Putri keluarga R. Tugeno Puspowijoyo dan Ibu Sitti Mariyam ini, menyelesaikan pendidikan terakhir di Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK). Mampu bertahan sejak tahun lima puluhan ini adalah penyanyi pertama yang tampil di TVRI pada 1962. Sejak itu sering tampil di layar televisi dalam beberapa acara hiburan di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Pada tahun 1969 dia mencoba ide menggabung-gabungkan lagu sehingga berupa sebuah cerita lewat eksperimen perdananya Gerak dan Lagu Minah Gadis Dusun. Kemudian menyusul Operet-operet Si Melati, Minal Aidina yang digarapnya hampir setiap tahun, Kartini Manusiawi Kartini, Asmara Dara, Semut Hitam Semut Merah dll. yang digarapnya bersama artis-artis PAPIKO. Ia juga tampil dalam garapannya Lebaran Di Bedeng dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1402 H (1982). Selain tampil sebagai penyanyi, pencipta Operet, ia duduk sebagai anggota Dewan Siaran Nasional Radio dan Televisi sejak tahun 1980 dan Juri Pemilihan Bintang Radiol/Televisi.

Memulai karirnya sejak tahun 1954, ketika ia bergabung sebagai penyanyi dalam sebuah Band Kecil di Semarang dan terpilih sebagai Bintang Radio Jateng 1954. kemudian dia mengembangkan karirnya di Jakarta sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Tahun 1965 ia ikut dalam misi Safari melawat ke Eropa dan Afrika. Bersama Orkes Puspasari yang dipimpinnya, melawat ke seluruh Jazirah Malaysia dan Singapura pada tahun 1986 dan sempat pula rekaman piringan hitam di Studio Phillips Singapura serta membuat paket-paket siaran Radio Televishen Malaysia. Tahun 1971, dia diundang hadir dalam Pembukaan Pertamina Club di New York, lagu Mama yang diciptakannya tahun 1964 berhasil memikat hadirin dalam acara itu.

Karirnya sebagai Penyanyi dan Pencipta Lagu ditandai dengan dirinya ia mewakili Indonesia bersama lagunya berjudul Cinta dalam World Pop Song Festival 1976 di Tokyo dan mendapat Piala Grand Prix untuk komposisi lagunya. Antara 1971-1978 ia digelari sebagai Hit Maker dalam mencipta lagu-lagu yang mencapai hit. Diapun mencipta lagu, yang sebagian tergolong hit. Misalnya Pantang Mundur, Cinta, Kupu-Kupu Malam dan Bing, mengenang Bing Slamet (1927-1974). Prestasi yang dihargai dengan acara khusus oleh sebuah TV swasta dengan memperingati 60 tahun usianya, November 1997.

Selain tampil sebagai penyanyi dan pencipta lagu, ia juga dikenal sebagai pemain film. Film pertamanya Minah Gadis Dusun (1965) sebagai peran utama. Kemudian dilanjutkan dengan film Di Balik Cahaya Gemerlapan (1966), AwanJingga (1970), Rio Anakku (1974), Tiga Cewek Badung (1975), Inem Pelayan Sexy (1976), Karminem (1977) dll. Dia tampil dalam film Rojali dan Juleha dan Gadis di bawah arahan sutradara Nyak Abas Akup. Tahun 1980 dia berangkat ke Australia untuk shooting film Tuyul Perempuan. Ia menjabat sebagai Ketua Persatuan Artis Penyanyi Ibu Kota (PAPIKO) sejak tahun 1972, anggota BP 7 Bidang Lagu-Lagu bernafas Pancasila dan Anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Di kalangan artis-artis muda ia dikenal sebagai kakak, dan juga guru yang memberikan bimbingan kepada adik-adiknya. Sebagai rasa hormat dan dukacita yang dalam terhadap sahabatnya yang sekaligus guru-nya alm. Bing Slamet, ia menciptakan lagu Bing, lirik lagunya sangat menyentuh. Sebagai pencipta, ia selalu didampingi suaminya Mus Mualim.