Tirta Kencana Adyatman

Memiliki nama kecil Kim, adalah tokoh wartawan Indonesia. Tirta lahir di Jakarta. Ia memperoleh pendidikan di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Pada tahun 1958, ia bergabung dengan Kantor Berita Antara, Jakarta, dan selanjutnya bertugas di Koehln, Jerman, di kantor berita itu (1960-1961). Pada tahun 1960-an suasana politik di Indonesia memanas dengan adanya aksi-aksi PKI. Untuk mengimbangi ofensif PKI, sejumlah wartawan yang didukung beberapa surat kabar dan majalah di beberapa kota membentuk Badan Pendukung Sukarnoisme (BPS) dengan garis kebijaksanaan menentang politik PKI. Adyatman kemudian aktif dalam badan itu sebagai anggota dewan pengurus. Akibatnya, Adyatman dengan tuduhan terlibat dalam usaha makar menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dipecat dari jabatannya pada tahun itu.

Perkembangan politik pada masa itu berlangsung cepat. Tahun 1966 berbagai kesatuan aksi untuk menentang pemerintah semakin gencar dan Adyatman kemudian turut mendukung gerakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia. Selanjutnya, ia menjadi pembantu khusus Menteri Luar Negeri (1966) dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (1966-1967). Ia juga pernah menjadi sekretaris Adam Malik.