Timbang Nganten, Babad

Karya sastra sejarah yang diterbitkan berdasarkan naskah yang disimpan di Museum Nasional atau Perpustakaan Nasional. Ditulis dengan huruf Latin (Jakarta, 1982). Berkisah tentang Ratu Pasehan dari Timbanganten yang karena tak mempunyai putera, meminta kepada Prabu Siliwangi calon penggantinya sebagai raja Timbanganten. Tapi Prabu Siliwangi mengirimkan Sunan Burung Baok, anaknya dari puteri jin yang berperangai buruk, sehingga menimbulkan kegelisahan di kalangan rakyat. Tirnbul salah paham pada Prabu Siliwangi, lantaran Ratu Pasehan menghukum Sunan Burung Baok. Tapi akhirnya diangkatlah Raden Sunan Panggung, putera Prabu Siliwangi dari Maraja Inten Dewata, adik Dalem Pasehan yang menjadi salah seorang permaisurinya.

Kisah yang hidup sebagai legenda di daerah Garut mi, pernah disadur dalam bentuk Gending Karesmen oleh Wahyu Wibisana dengan judul Ratu Inten Dewata dan dipentaskan secara kolosal di Garut pada tahun 1964. Dalam koleksi naskah Museum Pusat terdapat naskah yang menguraikan silsilah para Bupati Bandung, yang juga mengisahkan tentang Ratu Pasehan, walaupun di sana-sini terdapat perbedaan.