Tiang Bendera

Kawasan Tiang Bendera terletak di wilayah Kelurahan Roamalaka, Kec. Tambora, Kotamadya Jakarta Barat. Kantor kelurahannya sendiri, dewasa ini terletak di Jl. Tiang Bendera Utara no. 90A. Nama Tiang Bendera berasal dari tiang bendera yang sehari-hari terpancang di depan rumah Kapten Cina pada pertengahan abad kedelapan belas, setelah selesainya pemberontakan Cina, tahun 1740. Setiap tanggal 1 penanggalan Masehi, mulai tahun 1743, pada tiang bendera itu dikibarkan bendera, untuk mengingatkan warga Tionghua untuk membayar pajak kepala, sewaan rumah dsb. Menurut F.De Haan, di kalangan orang-orang Cina di Batavia, tanggal 1 setiap bulan penanggalan Masehi biasa disebut dag der vlaghijsching, hari pengibaran bendera. Demikianlah maka kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Kampung Tiang Bendera (sic. )

Rumah tinggal tinggal Kapten Cina (tidak jelas siapa namanya) itu awalnya bukanlah rumah dinas, melainkan rumah milik pribadi yang dibelinya dari Gubernur Jendral baron van Imhoff pada tahun 1743. Pada tahun 1747, setelah Kapten itu meninggal, rumah tersebut dikuasai oleh Balai Harta Peninggalan, dan dijadikan mmah dinas Kapten Cina. Mulai Tahun 1805 di rumah itu biasa diselenggarakan rapat-rapat Dewan Cina. Dewan tersebut kemudian menempati bangunan tua Belanda di Jl. Tongkangan.