Thio Tjin Boen

Sastrawan Melayu Tionghoa, lahir di Pekalongan pada tahun 1885 dan meninggal di Bandung pada tahun 1940. Selain sebagai novelis, ia juga sebagai wartawan dan penerjemah serta editor di beberapa surat kabar seperti Taman Sari, Warna Warta, Perniagaan (1926-1929) dan mingguan Moestika yang didirikan di Semarang pada tahun 1927. Thio Tjin Boen juga pernah mendirikan sebuah surat kabar meski berumur singkat, Asia.

Roman pertamanya berjudul Tjerita Dey Se yang menceritakan pedagang Tionghoa bernama Oey Se. Novel itu menunjukkan ketidaksetujuan Thio tentang perempuan Tionghoa yang kawin dengan seorang pribumi dan menjadi Muslim. Empat belas tahun kemudian, ia menulis lagi sebuah roman berjudul Tjerita Njai Soemirah, sebuah cerita cinta kasih yang indah tentang gadis pribumi dan pemuda Tionghoa peranakan. Hal ini menunjukkan pendapat Thio yang sudah berubah tentang kawin campur atau antar golongan, atau ia mengabulkan perkawinan antara perempuan pribumi dan laki-laki Tionghoa. Karya novelnya antara lain Sie Tjaij (Nona Kim) (tiga jilid, 1917), La Dame aux Camelias (karya adaptasi), Cerita Dey See (1906), Cerita Nyai Sumirah (dua jilid, Batavia, 1917), dan Dengan Duwa Cent Jadi Kaya (dua jilid, Weltevreden, 1920).