Telegraf

Alat atau sarana untuk pengiriman berita bagi pemerintahan Hindia Belanda. Pada tahun 1855 atas usul Pemerintah Hindia Belanda kepada Pemerintah Kerajaan Belanda di Negari Belanda diperoleh izin untuk mendirikan telegrap elektro magnit di Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan oleh Leman Laut Groll yang bertitel Insinyur pada dinas telegrap Pemerintah bersama-sama beberapa ahli telegrap yang dikirirnkan dari Eropa. Demikian pula peralatan telegrap dibeli dan dikirim dari Eropa setelah ijin yang dimaksud di atas diterima.

Saluran telegrap pertama dipasang antara Batavia dengan Buitenzorg yang selesai pada tanggal 23 Oktober 1856. Tiang-tiang telegrap berupa tiang-tiang pohon-pohon randu yang sudah ada ditambah dengan penanaman pohon-pohon randu yang baru. Pembukaan perhubungan telegrap pertama ini diresmikan dengan pengiriman telegrap pertama dari Batavia Centrum ke Buitenzorg. Pengiriman telegrap pertama dilakukan oleh Ir. Groll selaku Kepala Dinas Telegrap Pemerintah kepada Gubernur Jenderal c.P. Pahud. Maka mulailah era telekomunikasi umum bagi Indonesia yang mula-mula hanya diperuntukkan bagi Pemerintah. Setelah tahun 1857 saluran Jakarta-Surabaya dengan saluran cabang Semarang-Ambarawa dapat diselesaikan, maka penggunaan telegrap mulai disediakan bagi umum. Pada tahun 1859 panjang saluran-saluran telegrap sudah mencapai 2700 km dan jumlah kantor-kantor telegrap sudah sebanyak 28.