Teguh Srimulat

Seniman, pendiri dan pemimpin grup komedi Srimulat. Dalam kurun waktu yang cukup lama, grup ini menjadi idola masyarakat karena penampilan panggung mereka yang segar dengan corak baru. Teguh dilahirkan di Solo 1926 dan meninggal pada bulan September 1998. Pada awalnya, ia bergabung dengan sebuah orkes sebagai seorang peniup terompet. Di sinilah ia berkenalan dengan Srimulat, bintang panggung keturunan bangsawan yang kemudian menjadi istrinya. Mereka menikah pada tahun 1946. Bersama istrinya, ia kemudian mendirikan Grup Aneka Ria Srimulat di Solo. Grup ini kemudian menetap di Surabaya. Setelah Srimulat meninggal (I968), ia memimpin grupnya seorang diri. Grup komedi ini berhasil membentuk warna penampilan khas yang membedakannya dari grup komedi lainnya. Keberhasilan grupnya ini mendorong Teguh untuk melebarkan sayapnya ke Solo dan Jakarta.

Setelah melewati usia 30 tahun, Srimulat menghadapi cobaan dengan keluarnya bintang-bintang panggungnya. Setelah Gepeng memisahkan diri, sejumlah pemain lainnya menyusul. Akhirnya, Teguh pun harus menutup Srimulat Jakarta karena kesulitan dana. Setelah Srimulat meninggal, Teguh menikah dengan Juriah, atau lebih populer dengan panggilan Jujuk, salah seorang primadona Srimulat. Selain menguasai alat musik biola, saksofon dan gitar, ia memiliki kecakapan menulis naskah cerita. Sejak tahun 1969 ia telah menghasilkan ribuan naskah cerita.