Tarida Panjaitan Hutauruk

Musisi, penyanyi dan pencipta lagu, lahir di Jakarta, 1 Agustus 1952. Sejak kecil telah mahir memainkan piano dan organ, mulai belajar musik sejak berumur 9 tahun. Semula dia belajar dari ayahnya sendiri yang juga ahli memainkan piano, lalu ke Yayasan Pendidikan Musik Jakarta dan Akademi Musik, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) yang hanya sempat dijalaninya selama 1,5 tahun. Karirnya sebagai Pencipta Lagu ditandai dengan kemenangannya dalam Festival Lagu Pop Nasional 1979, dimana lagunya Runtuhnya Keangkuhan terpilih sebagai Juara I dan Setelah Kutahu sebagai Juara III, mengantarnya sebagai semi finalis World Pop Song Festival di Tokyo.

Tahun 1981, dikirim Pemerintah ke ASEAN Song Festival di Kuala Lumpur, Malaysia, bersama lagunya Dirimu Satu. Sebelumnya, ia terpilih sebagai Juara I Pembuat Aransemen dalam Festival Vokal Group Dewan Gereja Indonesia (DGI) tahun 1976. Banyak lagu ciptaannya yang dibuat album rekaman, antara lain, Runtuhnya Keangkuhan, Setelah Kutahu, Dirimu Satu, Dengar Tuhan, Kasih Sayang, dan Berbagi Rasa. Lagunya, Dirimu Satu sempat mencapai hits di blantika musik pop, bahkan, Runtuhnya Keangkuhan meraih Piringan emas. Selain tampil di layar TV, guru piano dan organ Yayasan Musik Indonesia (YMI) ini sering tampil sebagai Juri berbagai Festival di Ibukota.