Tapos

Areal tempat dilakukannya riset peternakan dan pertanian yang dikelola oleh PT Rejo Sari Bumi unit Tapos. Tapos luasnya meliputi lebih kurang 751 hektar terletak di kaki Gunung Salak, tepatnya di daerah Tapos. Tapos mulai digarap tahun 1974. Kegiatan yang utama adalah mengadakan kawin silang antara ternak unggul di luar negeri dan ternaklokal. Tujuannya untuk membentuk ras baru yang bersifat unggul dalam lingkungan iklim Indonesia. Misalnya, sapi Brahman Australia dengan sapi Brangus yang menghasilkan sapi Brangus. Selain itu, juga diadakan penelitian mengenai pemanfaatan limbah menjadi bentuk pakai atau sistem daur ulang. Contohnya, kotoran sapi yang dicampur dengan air dan dialirkan dalam tangki bawah tanah dapat menghasilkan biogas. Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Hasil penelitian kemudian disebarluaskan ke masyarakat petani di berbagai pelosok Indonesia. Sapi-sapi unggul diberikan sebagai banpres (bantuan presiden) kepada masyarakat luas. Presiden Soeharto sering membawa tamu-tamunya mengunjungi tempat penelitian peternakan dan pertanian ini.