Tanoto, Lh

Pesepakbola nasional keturunan Cina, lahir di Surabaya, 26 Juli 1930 dari keluarga sepakbola. Ayahnya juga mantan pemain andalan Jakarta, Tan Chin Hoat. Tanoto yang bernama asli Tan Liong Houw mulai main sepakbola ketika berusia 17 tahun. Saat itu, ia memiliki motto pantang menjadi pemain cadangan. Dan memang demikianlah Latif Haris Tanoto, tak pernah dicadangkan. Dia selalu merupakan pemain pilihan pertama pelatih Tony Pogacnik dalam setiap menyusun tim nasional. Ini karena Tony melihat, Tanoto tidak pernah main setengah hati. Ia selalu siap memberikan segala-galanya bagi tim dan negaranya. Itu pula yang Tanoto lakukan ketika tampil membela tim Indonesia dalam pertandingan babak penyisihan Piala Dunia Swedia di Jakarta 25 Mei 1957 antara Indonesia dan RRC.

Di bawah kesangsian banyak pihak, Tanoto dan kawan-kawan berhasil mengalahkan RRC, dengan angka telak, 2-0. Pada partai tandang di Peking pun Tanoto cs mampu mencetak tiga gol meski akhirnya kalah 3-4. Pada partai penentuan di tempat netral, di Birma, skor imbang tanpa gol. Indonesia pun dinyatakan menang. Pada masa jayanya, ia dikenal sebagai "Macan Betawi".Dalam setiap pertandingan ia memang selalu bermain paling ngotot dan berani. Bahkan dalam pertandingan melawan Uni Sovyet di Olimpiade 1956, kaos kakinya sampai robek. Begitulah, semangat, dedikasi dan perjuangan Tanoto untuk PSSI dan Indonesia.

Ia pernah bertanding bersama PSSI ke India, Birma, Thailand, Jepang, Vietnam, Korea, Cina, Hongkong, Singapura, Australia, Soviet, Yugoslavia, Rumania dan Bulgaria. Berbagai arena pun dialaminya, seperti Asian Games, Merdeka Games, Penyisihan Piala Dunia sampai dengan Olimpiade. Tidak kurang dari 100 pertandingan internasional ia mainkan bersama tim Indonesia. Bahkan ketika memperkuat tim Indonesia di Asean Games II/1954 di Manila lehernya nyaris "putus", dan dua kali mengalami patah tulang kering.