Tanjung Oost, Rumah

Rumah lama yang terdapat di Batavia, yang terletak di Jl. Condet Raya, yang sering juga disebut Groeneveld. Pertama kali dibangun oleh Pieter van Velde, seorang anggota Dewan Hindia pada tahun 1756. Ia tidak lama menikmatinya, karena meninggal tahun 1759. Tanah berikut rumah tersebut kemudian dijual kepada Adriaan Jubbels, yang setelah meninggal tahun 1763 beralih pemilikannya kepada Jacobus Johaness Craan. Craan kemudian memugarnya dan mengisi jendela di atas pintu dengan ukir-ukiran. Rumah ini kemudian jatuh ke tangan Willem Vincent Hilvetius van Riemdisjk, seorang raja gula dan lintah darat. Gedong ini terdiri dari sebuah gedung utama dan dua gedung samping, yang dihubungkan hanya dengan bagian atap yang melebar. Dua gedung tambahan ini diperuntukkan bagi para tamu. Rumah Tanjung dibangun dalam gaya tertutup Belanda. Pintu-pintu berkusen pernah kaya akan hiasan. Dalam lubang angin di atas pintu utama tampak lambang keluarga Craan; seekor burung bangau yang kaki kanannya mencengkeram batu hijau.

Interior rumah pernah dihiasi ukiran, yakni pada tiang pintu dan lubang ventilasi di atas pintu. Kamar-kamar besar itu sejuk, apalagi waktu dareah disekitarnya masih berupa padang rumput dan daerah berhutan. Dari jendela tingkat atas, orang dapat menikmati pemandangan indah berupa jalan berpohon di kanan kiri menuju ke Ciliwung di lembah yang dalam. Di atas tebing-tebing tinggi sungai ini beberapa ratus meter ke arah utara masih dapat kita temukan pekuburan Kampung Gedong. Di tengah-tengahnya masih tersisa dua batu nisan besar milik dua keluarga yang pernah membuka dan mengerjakan tanah di sekitar ini, yaitu van Riemsdijk dan Ament.