Tanjung Jaya, Situs

Terdiri dari sumur Lobang Buaya, kulem, pangkeng, petengahan, dan serondoyan. Sumur Lobang Buaya merupakan sumur alami yang berdiameter 35 cm. Sumur ini menjadi ciri khas istana-istana di wilayah Jawa sebelah barat. Sumur biasanya terletak di depan istana. Sehingga dengan adanya sumur itu bisa diketahui istana tersebut menghadap ke arah mana. Hal ini bisa dilihat dari Kerajaan Tanjung Wijaya yang meninggalkan Sumur Lobang Buaya di bagian utara lokasi, sehingga bisa di ketahui bahwa istana tersebut menghadap ke utara. Sumur bersama kulem biasanya dipakai untuk membersihkan diri rakyat biasa (hulun) yang hendak menghadap raja.

Kulem merupakan peninggalan Kerajaan Tanjung Jaya yang letaknya di bagian utara lokasi kerajaan tersebut dekat dengan Sumur Lobang Buaya. Kulem biasanya ada dekat sumur untuk bebersih hulun (rakyat biasa) yang ingin menghadap raja. Bebersih dimulaidengan mengguyur muka, sebagian air itu dipakai berkumur kemudian menyiram kepala dan terakhir meneuei kaki. Pangkeng merupakan kamar tidur dalam istana di Kerajaan Tanjung Jaya, yang letaknya di ruang dalam. Petengahan merupakan ruang tengah dalam Istana Kerajaan Tanjung Jaya. Serondoyan merupakan sebutan untuk ruang dapur dalam istana Kerajaan Tanjung Jaya, yang biasanya terletak di bagian belakang rumah.