Tanjung Barat

Tanah perkebunan dekat Lenteng Agung, tempat ditemukannya barang-barang masa perunggu-besi pada abad ke-2 sebelum Masehi, antara lain alat-alat logam. Benda tersebut membuktikan bahwa wilayah yang sekarang membentuk DKI Jakarta sudah dihuni orang pada zaman neolitikum. Masa batu muda ini di daerah sekitar Jakarta berlangsung kurang lebih sejak abad ke-15 sebelum Masehi. Adanya suatu 'desa' di Kelapa Dua pada masa itu agak pasti. Di Tanjung Barat juga dikenal sebagai tempat kali kawin, dimana terdapat pertemuan kali Ciliwung dan Kali sari (sebelumnya bernama Kali Mati). Kali Kawin tersebut, pada masa Purnawarman dianggap mengandung kekuatan magis. Disinilah terletak pusat kerajaan Salakanagara, yang kemudian pada masa Dewawarman IX menjadi kerajaan kecil taklukan Tarumanagara. Besar kemungkinan nama Salakanagara berganti menjadi Tanjung Kalapa, sebuah nama yang juga disebut dalam naskah Wangsakerta.