Tangerang

Daerah Kabupaten Dati II, termasuk daerah yang dikembangkan dalam Kawasan Metropolitan yang melipuri daerah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek). Daerah Tangerang terbagi dalam sejumlah tanah partikelir, 30% dikuasai kongsi Cina, 30% dimiliki perorangan Cina, dan 40% dimiliki pribumi. Dengan adanya pengaruh Sarekat Islam, petani di daerah ini jarang mengalami kecurangan oleh tuan tanah dan harga kebutuhan pokok pun masih terjangkau. Gerakan sosial yang terjadi di Tangerang semata-mata akibat proses nativisme. Seorang petani di Pangkalan bernama Kaiin Bapak Kaiyah/ Bapak Dalang percaya bahwa dirinya mendapat tugas untuk merebut kembali tanah miliknya di Tangerang. Perebutan dilakukan tanggal 10 Februari 1924 dengan menyerang Batavia tetapi di Tanah Tinggi, Kaiin tertembak mati.