Tanah Abang, Makam

Sebuah pekuburan Belanda seluas 5,9 hektar. Di dalamnya terdapat makam tokoh-tokoh yang memainkan peran dalam beberapa peristiwa penting sejarah Indonesia dan mempunyai kesan tepat tentang turunnaiknya kehidupan sebagian masyarakat Jakarta dari abad ke-19. Pemakaman Tanah Abang ini dikenal juga sebagai Pemakaman Kebon Jahe Kober.

Pada tahun 1825 kereta jenazah mengangkut mayat-mayat dari rumah sakit ke Kebon Jahe Kober, dua kali sehari. Tahun 1800 tempat pemakaman di pinggiran Kota ditutup dan kuburan barn dibuka di Kebon Jahe Kober, Tanah Abang. Lokasi pemakaman di Kebon Jahe Kober di bilangan Tanah Abang (kini Jl. Tanah Abang I). Lokasi pemakaman ini terletak jauh di luar tembok Kota Batavia. Meskipun demikian, lokasinya strategis, tak jauh dari tepi Kali Krukut. Karenanya, jika ada penduduk Batavia yang meninggal, perahu-perahu dan sampan dimanfaatkan untuk membawa usungan jenazah.

Pemakaman ini dibuka pada tahun 1795. Banyak orang terkenal yang dikuburkan di sini, antara lain Mayor Jenderal Kohler, Olivia Marrianne Raffles (istri Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles), Dr. J.L.A. Brandes (ahli sejarah purbakala Hindu Jawa di Indonesia), Dr. H.F. Roll (pencetus gagasan dan pendiri STOVIA, Sekolah Tinggi Dokter di Batavia). Selain itu, pernah dimakamkan pula tokoh-tokoh gereja Katolik Batavia/Jakarta antara lain Mgr. Carel Claessens, pastor N. Drijarjara SJ, sejumlah pastor jesuit, suster-suster Ursulin dll. Pada tahun 1975 kuburan Kebon Jahe Kober ditutup lalu dibongkar. Di atas tanah seluas 4,7 hektar dari luas seluruhnya 5,9 hektar, didirikan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, sisanya dijadikan Museum Taman Prasasti.