Tanah Abang, Jalan

Nama jalan di wilayah Batavia. Pada tahun 1870-an, jalan ini menjadi pemukiman rumah besar terbaik di Batavia. Terbagi menjadi dua: Tanah Abang Oost (Tanah Abang Timur) dan Tanah Abang West (Tanah Abang Barat). Tanah Abang Oost terletak di dekat sudut Jl. Budi Kemuliaan dan jalan menuju Gang Scott. Tanah Abang Timur dan Barat dipisahkan dengan Kanaal Tanah Abang. 

Dahulu daerah ini didominasi perumahan mewah Eropa, dengan gaya etnie diversity yakni keragaman etnis yang tampak dalam keragaman gaya arsitektur di sebelah barat daya sepanjang Tanah Abang. Mencakup pojok Jl. Gang Scott (Jl. Budi Kemuliaan) yang menghadap ke Kebon Sirih. Terdapat sebuah toko Cina dan Masjid Ar Ronah. Diduga rumah Mr. Pels juga berada di sini karena sebelum dia meninggalkan Batavia, dalam pelelangan rumahnya, alamat yang diberikan Te tanah Abang Oostzijde, weg near road to Gang Scoot (Tanah Abang Timur, Jl. menuju Gang Scott).

Tanah Abang West (Tanah Abang Barat) lebih dikenal sebagai Jl. Abdul Muis. Merupakan jalan persimpangan antara Jl. Majapahit dan Koningsplein Noord (Jl. Medan Merdeka Utara). Pernah menjadi kantor Dewan Kota Batavia (1913). Di sebelah utara jalan terdapat masjid dengan rumah Cina di sebelah kanannya (1859). Kanaal yang memisahkanjalan dengan Tanah Abang Timur, dipersempit untuk menampung jalur lalu !intas. Tahun 1860, Kawasan Tanah Abang sering menjadi objek foto Woodbury & Page, karena merupakan daerah pemukiman orang Eropa yang menjadi konsumen pentingnya.