Tan Sing Ong

Salah satu klenteng tua yang ada di Sunter. Asal mula pembangunan klenteng itu berawal ketika penduduk Hohian datang ke Jakarta membawa 3 patung Tan Sing Ong. Di Jakarta ditempatkan di klenteng yang terletak di Jl. Kemenangan III, di tepi Sungai Krukut berseberangan dengan Jl. Blandongan. Sedang patung yang dibawa ke Semarang dan Bandung tidak terlalu terurus. Dewa Tan Sing Ong hidup pada masa pemerintahan Raja Tong Tiau di Tiongkok dan membangun biara di negara Hohian. Klenteng ini dibangun sekitar 400 tahun yang lalu dan dirayakan
setiap 15 Februari. Di dalam klenteng bisa ditemukan hiasan naga pada atap, 2 patung singa batu, king Lo, dan pedupaan logam. Pedupaan ini bertuliskan huruf Cina berbunyi "Ming Tiauw pada masa raja Suang Tik".

Dari sebuah prasasti di atas tiang-tiang, tertulis tentang pemugaran klenteng dalam huruf Cina. Renovasi pertama dilakukan pada masa pemerintahan Raja Kian Long (keturunan kedua Dinasti Manchuria). Kemudian dilanjutkan oleh Tan Ik Goan (mayor Cina di Batavia). Pada tahun 1970, pemugaran dilakukan dengan menambah bangunan di bagian depan dengan atap aluminium awning.