Tamat-tamatan, Permainan

Permainan tebak-tebakan anak-anak Jakarta yang dimainkan oleh dua regu. Tamat-tamatan berasal dari kata "tamat", tamat (namatin) berarti selesai melakukan sesuatu. Permainan ini sudah ada sejak tahun 1950-an dan dilakukan setelah selesai belajar mengaji. Dari anak-anak laki-laki sampai perempuan umur 7-12 tahun turut bermain.

Permainan diawali dengan memilih kepala regu. Ia bertugas melakukan suit untuk menentukan regu mana yang harus jalan dulu dan memasukkan benda kecil (batu kerakal, kerang kecil) dalam genggaman tangan anggota regunya. Kemudian seluruh anggota regu harus menggenggam dan mengangkat kedua tangannya sambil berseru, "Bade ... !" Artinya, coba terka anak mana yang menggenggam batu. Bila regu lawan tidak bisa menebak maka pemain yang menggenggam batu bisa melompat mendekati garis batas. Bagi regu yang mencapai garis batas lawan lebih dulu maka regu tersebut yang menang. Namun jika bisa ditebak maka ganti regu lawan yang jalan. Biasanya regu yang kalah akan dijitak (menotok kepala bagian atas dengan ujung kepalan). Permainan Tamat-tamatan antara lain dikenal oleh penduduk di Kampung Marunda Pulo, Kelurahan Marunda, Kec. Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara.