Taman Rusa Monas

Merupakan bagian dari gagasan untuk menghutankan kembali kawasan Monumen Nasional, yang sebelumnya digunakan untuk berbagai fasilitas fisik. Pada mulanya dimasukkan sebelas rusa tutul (Axis axis): delapan ekor dari Kantor Badan Intelijen Negara dan tiga ekor dari Taman Margasatwa atau Kebun Binatang Ragunan menghuni zona rusa seluas 5,2 hektar di sisi selatan Taman Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Status rusa dialihkan pemeliharaannya kepada Pemprov DKI Jakarta.

Ide tersebut berasal dari Gubernur Sutiyoso, muncul dari kecintaannya terhadap binatang dan melihat kondisi Taman Monas yang semrawut dan mengembalikan Monas kepada fungsinya semula sebagai paru-paru kota. Sebelumnya penataan taman Monas, dilakukan dengan pemasangan paving block dan pembangunan pagar keliling Di dalam pagar terdapat kolam air yang ditata dari batu-batuan alam yang disediakan untuk tempat minum dan mandi rusa. Kolam di-desain landai luasnya 100x200 meter dan dihiasi teratai berwarna merah dan putih. Sementara jembatan dibangun untuk memudahkan rusa pindah tempat yang dibatasi oleh saluran air. Taman Rusa Monas diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada hari Kamis 5 Juni 2003.