Soekarno-hatta, Bandar Udara

Nama bandara udara terbesar di Indonesia, yang berada di daerah Cengkareng, sebelah barat Jakarta. Terletak di Tangerang Utara, dibuka secara resmi oleh Presiden Suharto tanggal 5 Juli 1985. Berdasarkan PP No. 20 tanggal 13 Agustus 1984, dibentuk Badan Usaha Milik Negara yang menangani pengelolaan bandar udara baru di Tangerang Utara tersebut dengan nama Perum Pelud Jakarta Cengkareng dan sekaligus diserahi tugas untuk mengelola Bandar Udara Halim Perdanakusuma dengan status cabang. Tanggal 19 Mei 1986 nama BUMN Perum Pelud Jakarta Cengkareng diubah menjadi Perum Angkasa Pura II melalui Peraturan Pemerintah tahun 1986.

Luas bandara ini 1.800 Ha termasuk fasilitas lapangan golf dan hotel. Fasilitas transportasi untuk mencapai Bandara Soekamo-Hatta dapat dilakukan secara cepat dan lambat. Di pintu gerbang Bandara Soekarno-Hatta pada jalur tol, terdapat gerbang Selamat Datang dengan suasana dan ragam hiasan Bali, untuk menunjukkan bahwa Bali telah dikenal oleh orang asing terletak di Indonesia. Sedangkan untuk tempat tunggu keberangkatan, ruang tunggu pesawat kedatangan dan bangunan fasilitas lain suasana dan ragam hiasnya rumah joglo Jawa serta di sana-sini suasana dan ragam hias Bali. Terminal A khusus melayani penerbangan intemasional. Terminal B dan terminal C melayani lain-lain dalam negeri (domestik).

Keberadaan Bandara Udara SoekarnoHatta membawa manfaat bagi penduduk sekitar, yang dapat menyerap khusus tenaga kasar seperti untuk tenaga kebersihan (cleaning service), penyapu jalan, pemotong rumput, penebang pohon serta jenis pekerjaan kasar lainnya. Selain itu menjamumya rumah sewa, tumbuhnya warung-warung makan dan adanya ojek motor, yang kesemuanya merupakan tuntutan kemudahan dari adanya Bandara Soekarno-Hatta.

Bandara ini dilengkapi fasilitas dan peralatan modern untuk memberi keamanan dan kenyamanan para penumpang. Bangunan di bandara udara ini menghindari penggunaan penyejuk udara, dan arsitekturnya berdasarkan bangunan tradisional Indonesia. Berupa bangunan modern dengan model atap gaya Jawa. Sebagian atap disangga tiang-tiang batu dan sebagian lagi ditopang tiang-tiang kayu. Dari jendela kapal terbang yang hendak mendarat di Bandar ini terlihat Pulau Damar atau Edam sebuah mercusuar.

Bandara Soekarno-Hatta memiliki beberapa terminal, masing-masing mulai beroperasi pada waktu yang berbeda. Setelah dua terminal selesai, bandar udara ini segera beroperasi, sementara pembuatan gedung terminal yang lain sedang dilaksanakan. Dengan daya tampungnya yang besar, bandara ini mampu melayani sebanyak 20 pesawat pada saat yang sama.