RUMAH JEPANG

Rumah yang didirikan pada akhir abad ke 18, mungkin oleh Andries Hartsinck, bekas wakil VOC di Keraton Surakarta. Rumah tuan tanah abad ke-18 ini termasuk dalam 'gaya Indonesia terbuka'. Rumah yang agak rendah dengan atap yang menjorok jauh ke luar dikelilingi serambi luas. Koridor dalam terbentang di tengah rumah dengan kamar-kamar pada kedua sisinya. Rancang bangunnya sangat lazim digunakan pada masa itu karena menyediakan tempat luas, suasana sejuk, hawa segar dan cahaya terang. Asal-usul dan latar-belakang nama Jepang tidak diketahui. Rumah Jepang ini tidak jauh dari Percetakan Gramedia dan perempatan Jalan Palmerah Selatan dan Jalan Juragan-Jalan Gelora 7.