Rosihan Anwar

Seorang sastrawan dan jurnalis, aktif di pers dan juga dunia perfilman. Kelahiran Kubang Nan Dua, Sumatera 10 Mei 1922. Ia menempuh pendidikan di MULa (SMTP) di Padang, lalu meneruskan di AMS (SMTA) bagian A (sastra) di Yogyakarta. Mulai menjadi "prajurit pena" atau wartawan tahun 1943-1945, selain itu juga menjadi penulis sajak dan cerita pendek. Tetapi lebih mengkhususkan diri dalam bidang jurnalistik. Bekerja sebagai wartawan Asia Raya, Jawa Baru (1943-1945), Merdeka (1945-1946). Awal 1947, bersama Soedjatmoko mendirikan warta sepekan Siasat, kemudian surat kabar Pedoman awal 1948. Ia aktif melakukan perjalanan jurnalis ke luar negeri, selain itu juga menghadiri Konferensi Meja Bunda (KMB) di Den Haag. Tahun 1950 ikut mendirikan Perfini.

Rosihan Anwar sering menggunakan nama samaran "Albhahits" untuk menulis di majalah Panji, nama yang diberikan oleh HAMKA. Kisah-kisah perjalanannya diterbitkan menjadi buku dan dianggap bernilai sastra juga, antara lain: India dari Dekat (1954), Dapat Panggilan Nabi Ibrahim (1957). Ketika surat kabarnya, Pedoman, dilarang terbit oleh pemerintah Orde Lama (1961), ia sempat menulis roman Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka (1967). Di zaman Orde Baru, surat kabar Pedoman yang sempat terbit beberapa lama dilarang. Tetap aktif dalam dunia jurnalistik, sebagai kolumnis dan ketua Pusat Latihan Wartawan PWI Pusat. Beberapa bukunya yang lain: Islam dan Anda (1962), Kisah-kisah Revolusi (1973), Jakarta Sehabis Proklamasi (1974), Antara Karawang-Bekasi, dll. Beberapa jabatan yang pernah dipegangnya antara lain: pengurus PWI Pusat; anggota MPR wakil dari Golkar (1973-1978); aktif dalam Dewan Film Nasional (1979); Konsultan UNESCO yang bertugas di Srilangka (1980).