Rose Pandanwangi

Penyanyi seriosa, lahir dengan nama Rose Poppeck, di Makasar (Ujung Pandang) 26 Juni 1930, ayahnya keturunan Jerman dan ibunya berdarah campuran Manado Spanyol. Nama Rose Pandanwangi diberikan oleh S. Sudjojono suaminya yang menelusuri hidupnya di jalur seni lukis. Pasangan ini dikaruniai enam orang anak yang telah menjadi orang sukses semua. Masing-masing anaknya mempunyai kesan sendiri-sendiri terhadap lagu yang dibawakan ibunya. Misalnya Wicky lebih terkesan dengan lagu Be Still and Listen, (lagu Negro Spiritual) lagu ini sering dilantunkan ibunya sewaktu kecil, sehingga setiap lagu ini dinyanyikan selalu mengingatkan pada nasihat-nasihat ibunya waktu masih kanak-kanak. Pandan putri sulungnya lebih terkesan dengan lagu Untuk Anakku, karya Syaiful Bachri.

Perjalanan karir Rose Pandanwangi dalam dunia seriosa diawali ketika bertemu dengan guru menyanyi Jepang Miakira. Oleh Miakira, Rose diperkenalkan dengan serombongan orkes dari Jepang yang mengadakan tour keliling di Ujung Pandang. Bakat dan warna suara Rose ternyata cocok dengan selera orkes tersebut. Akhirnya ia diikutkan pada orkes tersebut. Akhirnya selain Rose tergabung juga ayah Mochtar Embut.

Sukses sebagai penyanyi solo orkes, oleh ayahnya pada tahun 1947 dikirim ke Eropa untuk memperdalam musik. Di Eropa inilah bakat Rose dibidang tarik suara khususnya seriosa dapat berkembang. Tahun 1952 ia pulang ke Indonesia. Tahun 1958 untuk pertama kalinya mengikuti lomba bintang radio jenis seriosa dan merebut juara III. Tahun 1959 ia mengikuti lomba lagi, dan berhasil mengalahkan penyanyi legendaris seriosa Indonesia Norma Sanger. Prestasinya diulang lagi ketika tampil menjadi juara nasional di Senayan tahun 1981. Sejak tahun 1958 sampai 1965, ia telah mengumpulkan 14 piala kemenangan baik untuk tingkat DKI maupun tingkat nasional. Semenjak tahun 1965 Rose tidak aktif mengikuti lomba-lomba bintang radio untuk memberi kesempatan kepada pendatang baru. Ia lebih aktif sebagai juri untuk lagu-lagu seriosa dan aktif mengadakan pentas di berbagai acara hiburan maupun gereja-gereja.

Prestasinya tidak terbatas di dalam negeri, tetapi juga ke mancanegara. Tahun 1953 ia mengikuti festival lagu klasik yang diadakan di Bucharest, Rumania dan berhasil sebagai juara III. Selain itu juga aktif pentas panggung hiburan antara lain di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, dan Lembaga Indonesia Amerika. Model suaranya untuk tahun-tahun berikut hingga kini, dianggap sebagai contoh paling baik untuk seriosa. Nama wangi baru dikenal tahun 1958. Sebelum itu, ia memakai nama Rose Sumabrata, dan dengan nama ini ia telah pula menyanyi di beberapa negeri di luar Indonesia. Sepeninggal suaminya ia merawat galeri yang terletak di Pasar Minggu.