Roestamadji

Pelukis naturalis, lahir di Klaten, Jawa-Tengah, 19 Januari 1921 dan meninggal 17 Maret 2001. Ia belajar melukis sendiri sejak tahun 1938. Pelukis ini pernah tinggal di Malang (1942-1947) dan setelahnya di Yogyakarta bergabung dengan Pelukis Rakyat hingga 1955, bersama Sudarso, Hendra Gunawan, Batara Lubis, dll. Lalu bermukim di Jakarta hingga 1968. Di samping melukis, ia adalah seorang pematung yang pernah membuat patung-patung batu Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan WR. Soepratman, dan juga patung perunggu Erlangga untuk Hotel Indonesia. Iapun pernah mengikut-sertakan patungnya Potret Diri dalam pameran Biennale II di Sao Paolo, Brasillia. Pelukis yang patriotik ini ikut bergerilya di daerah Klaten pada jaman Clash kedua.

Pameran-pameran tunggalnya antara lain: tahun 1955 di Klaten, tahun 1958 dan tahun 1963 di Jakarta, tahun 1971 dan tahun 1976 di Yogyakarta, tahun 1972 di Surakarta, tahun 1978 di Klaten, tahun 1981, 1984 dan 1986 di Jakarta, tahun 1982 di Bandung, tahun 1992 di Bentara Budaya Jakarta dan tahun 1993 di Wisma Senirupa Depdikbud Jakarta. Sedangkan pameran bersamanya antara lain: tahun 1952 Pameran Keliling Indonesia, tahun 1983 di Yogyakarta dan Surakarta, tahun 1984 Pameran Senilukis Indonesia di Galeri Pasar Seni Ancol, tahun 1988 Pameran Besar Pelukis Nasional di Bentara Budaya Jakarta, tahun 1989 Bandung dan Galeri Cipta Jakarta, tahun 1990 Bursa Lukisan di Hotel Hilton, dan tahun 1991 di Balai Budaya, TMII, dan Pameran Jawa Tengah.

Ia adalah pelukis bergaya naturalis-realis yang bernafaskan kerakyatan, yang memotret suasana alam desa secara detail. Demonstrasi teknik yang diperagakannya, yang mengambil gambar obyek secara sangat detail dan persis, seolah mengungkapkan adanya misteri dalam kelengangannya. Usapan warna yang berani dan dengan detail yang kuat menunjukkan bahwa Roestamadji adalah orang yang sabar yang memiliki kecintaan yang fanatik dan spiritual terhadap alam. Motif alam yang diangkat adalah dunia sekeliling rumah tinggalnya di Klaten, sudut rumah, belakang rumah, seberang selokan, itik yang sedang berenang, gerobak sapi, pengendara sepeda, sayuran yang tergolek di dapur, dll.