Roem-royen, Persetujuan

Hasil pembicaraan dalam perundingan antara RI yang diwakili oleh Mr. Mohamad Roem, dan Belanda yang diwakili oleh van Royen. Perundingan ini berlangsung di Jakarta dari tanggal 14 April sampai 7 Mei 1949. Hasil perundingan berupa dua rancangan dari pihak RI dan Belanda, yang kemudian terkenal dengan sebutan "Persetujuan Roem-Royen". Adapun rancangan yang akan dilakukan oleh pemerintah RI apabila telah tiba kembali di Yogyakarta adalah 1) akan memerintah para pejuang gerilya menghentikan permusuhan dan mengadakan gencatan senjata; 2) akan membantu menggalang kembali perdamaian; 3) akan ikut serta di dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, yang akan menyerahkan kedaulatan sepenuhnya kepada Negara Indonesia Serikat. Pihak Belanda menjanjikan beberapa hal sebagai berikut: 1) menyerahkan kembali Republik ke Yogyakarta; 2) menghentikan tembak-menembak dan membebaskan tawanan politik; 3) tidak lagi menggalang daerah-daerah atau negara-negara boneka yang sebelum Aksi Militer II berada di bawah kekuasaan republik; 4) tetap menjalankan tugas pemerintahan di daerah-daerah, meskipun di situ tidak terdapat kesatuan-kesatuan milliter; 5) membentuk badan perwakilan sementara bagi seluruh Indonesia, yang sepertiga jumlah anggotanya terdiri atas kaum Republiken.