Roekiah, Miss

Penyanyi dan aktris panggung-film yang lahir tahun 1917 dan meninggal tahun 1945. Sebagai artis pujaan khalayak, ia dipandang sebagai panutan mode. Mode apa saja yang dipakainya, pasti disambut khalayak. Demikian populernya sehingga tatkala ia meninggal banyak pelayatnya, termasuk para pembesar dan tokoh masyarakat, seperti Ki Hajar Dewantara, yang waktu itu menjadi Menteri PP&K Kabinet I RI, datang menghormatinya untuk terakir kalinya. Jika diperhatikan, perjalanan kariernya cukup menyenangkan. Ia muncul dalam layar putih tahun 1937, memainkan Terang Boelan, dan karena perannya dalam film itu, ia langsung memikat hati penonton. Setahun kemudian namanya semakin berwibawa karena perannya dalam Fatimah. Di antara film-filmnya yang banyak dibicarakan adalah khusus untuk peran-peran penting bersama Rd. Mochtar.

Keberhasilannya dalam film itu ditentukan juga oleh bakatnya di panggung. Sebagai pemain panggung, baik untuk akting dan nyanyi, ia ditempa oleh Opera Palestina. Pemimpin orkes dalam kompani seni itu adalah Kartolo, yang kemudian menjadi suaminya. Dari perkawinannya dengan Kartolo, lahirlah beberapa orang anak yang meneruskan dunia orangtuanya. Salah seorang anaknya yang paling terkenal adalah Rachmat Kartolo. Dalam banyak pemunculan panggung, Roekiah biasa disebut Miss Rukiah, seperti umum berlaku waktu itu, menyebut nama penyanyi yang disebut crooner sebagai Miss.