Roedyat Martadiradja

Pelukis lahir di Bandung, 5 Mei 1930 dan meninggal di Bandung, 8 April 2002. Ia pernah mendapat bimbingan dari Barli dan selanjutnya belajar secara otodidak. Bersama Kartono Yudhokusumo, ia mendirikan Sanggar Seniman di Bandung, 1953. Roedyat dikenal juga sebagai ahli dalam seni bela diri, seni tari tembang sunda dan seni ukir. Ia pertama kali mengadakan pameran tahun 1951, saat itu karyanya menyerupai seni lukis abstrak, yang menggubah bentuk ke dalam susunan-susunan bidang. Tapi dalam perjalanannya, ungkapan demikian tidak lagi banyak kelihatan. Ia beralih ke cara melukis lain dengan memungut tema pewayangan sebagai simbol, terakhir karyanya banyak menampilkan figur perempuan dalam corak dekoratif dengan goresan garis-garis yang ramai dan warna yang meriah.

Ia termasuk pelukis senior yang profesional dan mengandalkan mata pencahariannya dari kerja melukis. Di media massa namanya jarang terdengar, namanya baru disebut apabila dilakukan suatu riset perkembangan seni rupa Indonesia. Ia membuat karya-karyanya dengan gubahan yang tertib dan manis, warnanya jernih dan cemerlang. Ia juga dikenal sebagai pematung yang menempuh pendidikan di Staatliche Academie der Bildenden Kunste, Stutgart, Jerman. Ia pernah memenangkan kompetisi di Rottweil (1963) dan kompetisi monumen di Jakarta (1973). Juga banyak membuat karya monumental untuk lembaga pemerintah maupun swasta.