ROA MALAKA

Kawasan Roa Malaka, atau Rua Malaka, dewasan ini menjadi sebuah kelurahan, Kelurahan Roa Malaka, termasuk wilayah Kecamatan Tambora, Kotamadya Jakarta Barat. Asal nama kawasan itu ada dua pendapat. Pertama, berasal dari kata rawa dan malaka, "sebuah rawa dengan pohon malaka" (Garicinia cornea L. termasuk keluarga Clusiaceae), yang buahnya dapat dimakan. Hal itu masuk akal, karena kawasan tersebut dahulu memang berawa-rawa, sedang pohon malaka dapat tumbuh di dataran rendah.

Keterangan lain, kawasan tersebut dikenal dengan nama Roa-Malaka, karena pernah menjadi tempat pemukiman orang-orang Portugis yang ditawan di Malaka, setelah kota tersebut pada tanggal 1 Januari 1641 direbut oleh Belanda dari orang-orang Portugis yang ditawan ditempatkan di Nagapatnam, pantai Barat India. Sebagian lagi ditempatkan di Batavia. Golongan atas dari tawanan perang itu, termasuk mantan Gubernur Malaka Dom Luiz Martin de Sausa Chichorro, ditempatkan di Jonkersgracht, yang pada saat itu terbilang daerah pemukiman elit. Jonkersgracht kemudian dikenal dengan sebutan Rua Malaka (atau Jalan Malaka), yang lambat-laun berubah pengucapannya menjadi Roa Malaka.