RIZALDI SIAGIAN

Pemusik etnik, lahir di Binjai, Sumatera Utara 25 April 1951. Tahun 1979, ketika usianya sudah mencapai 28 tahun Rizaldi mendaftarkan diri di Universitas Sumatera Utara, Fakultas Sastra Jurusan Etnomusikologi. Tahun 1982 dibiayai Ford Fondation, melanjutkan studi di Universitas San Diego. Selama itu, selain belajar, ia mengajarkan musik mandailing, gordang sambilan kepada mahasiswa Amerika. Tahun 1985, menyelesaikan program master.

Warna musik Rizaldi mendapat pengaruh dari musisi kontemporer Philip Glass dari Amerika Serikat yang akrab mengaktualkan isu-isu sosial. Pilihan Rizaldi juga jenis musik kontemporer, namun berakar pada budaya bangsa. Berangkat dari pengamatannya, ia mengacu pada gordang sambilan Mandailing dan Taganing Toba. Dalam karya musiknya, unsur-unsur budaya bangsa yang dianggapnya sakral dan magis disusun dan dikemas menjadi symponi yang harmonis.

Pengalaman panggung telah banyak dia rasakan. Tahun 1968-1981 Rizaldi sangat aktif mengikuti pertunjukan-pertunjukan. Di awal geraknya, ia dapat menunjukkan kemahirannya memainkan drum yang bergabung dengan Ansambel Tari dan Nyanyi Bukit Barisan. Di celah-celah itu, ia aktif pula main bersama The Great Sesseon Band. Pengalaman internasionalnya, tahun 1980, Rizaldi bersama pasukannya tampil dalam program Penyajian Kesenian Daerah Sumatra Utara di Royal Albert Hall London, Inggris. Tahun 1981, turut memperkuat rombongan KIAS manggung di beberapa kota di Amerika. Tahun 1993, tampil dalam Festival Indonesia di Genewa dan, tahun 1994, di dalam Festival Addelaide.

Meski telah menunjukkan klasnya sebagai pemusik kaliber nasional dan  internasional, ia tetap bersedia dipanggil baik kalangan pejabat maupun pesta keluarga. Ia layani dengan senang hati, karena menjadikan musik sebagai pengiring neotradisional. Sebagai musisi pun, Rizaldi dapat melayani musik pesanan. Terakhir tahun 2005 memimpin pergelaran besar yang sangat spektakuler, Kuantum Megalitikum, dalam rangka 40 tahun harian Kompas.