RIO TAMBUNAN

Dikenal sebagai tokoh yang berperan merancang konsep pembangunan kota Jakarta melalui Master Plan (rencana induk tata ruang) 1965-1985. Namun cita-citanya bersama mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, untuk menciptakan kota Jakarta yang asri kandas di tengah jalan, karena kemudian Jakarta menjadi kota yang berantakan. Ia meninggal di Jakarta, 8 Januari 2005 dalam usia 67 tahun.

Ia sangat kecewa dengan perubahan tata ruang Jakarta yang terus berlangsung sampai saat ini. Lahan di beberapa kawasan yang sebelumnya berwarna hijau dalam Master Plan 1965-1985, bisa berubah menjadi kuning dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) 1985-2005. Lebih parah lagi, kalau dilihat di Rencana Bagian Wilayah Kota (RBWK), site plan, atau Rencana Terinci Kota (RTK), warna kuningnya bisa menjadi lebih luas, bahkan bisa meniadakan sama sekali warna hijau. Dalam peta tata ruang, warna hijau berarti kawasan itu sama sekali tidak boleh dibangun karena menjadi daerah resapan air, tangkapan air, atau ruang terbuka hijau. Sedangkan warna kuning, artinya kawasan itu boleh dibangun perumahan.

Sehubungan dengan itu, ia mendirikan sebuah lembaga yang diberi nama Landpolicy, Enviroment, and Town planning (LET), kemudian disingkat LET's Watch (mari kita awasi). Melalui lembaga ini, Rio mengkritisi berbagai kebijakan di bidang pertanahan, lingkungan hidup, dan perencanaan kota, serta terus berjuang membela hak-hak rakyat tertindas. Ir Rio Tambunan dikenal sebagai pemerhati dan pengamat lingkungan. Selain pernah menjadi penasihat ahli Menteri Agraria, dia juga mantan staf ahli Menteri Dalam Negeri. Namanya mencuat lagi ketika menjadi saksi dalam gugatan class action korban banjir dari masyarakat miskin kota di Jakarta kepada Presiden dan Gubernur DKI Jakarta, yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 12 September 2002.

Sebagai saksi ahli, dia menyampaikan kesaksiannya dengan membawa dua bundel laporan, satu koper penuh data, peta, tata ruang kota, dan foto-foto program pengendalian banjir yang pernah dilakukan semasa ia menjabat Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta. Dia menentang keras pembangunan Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara karena dinilai melanggar peruntukan. Kawasan itu seharusnya menjadi jalur hijau. Rio Tambunan memang dikenal sebagai pengamat perkotaan, terutama yang menyangkut peruntukan kota. Dia kerap menjadi narasumber untuk persoalan-persoalan yang menyangkut tata ruang kota.