Rima Melati

Aktris film, lahir di Tondano 22 Agustus 1939. Dia lebih dikenal sebagai artis film, peragawati, perancang mode dan foto model yang aktif dalam bidangnya. Tampil pertama kali di TVRI dalam acara "Dana Ganefo" bersama Mus Mualim dan kawan-kawan pada tahun 1963 lewat TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Sejak saat itu dia sering tampil sebagai penyanyi di hadapan pirsawan TVRI Stasiun Pusat Jakarta dalam beberapa acara hiburan bersama penyanyi dan Band terkemuka Ibukota.

Dalam perjalanan karirnya. Rima pernah tergabung dalam group vokal The Baby Dools dengan nama Lintje Tambayong bersama Indriaty Iskak, Gaby Mambo dan Baby Huwae. Tahun 1958 ia muncul dengan nama Rima Melati untuk pertama kalinya dalam film Juara Sepatu Roda. Nama Rima Melati dipakainya untuk mengenang anak pertamanya yang telah meninggal dunia. Kemudian dia muncul dalam peran yang lebih berarti lewat film Asrama Dara (1958), Amor dan Humor (1961), Kasih tak Sampai (1961), Violetta (1962) dll. Dia menghilang dari dunia film setelah menyelesaikan film Kunanti Jawabmu (1963) karena suaminya yang kedua ketika itu, tidak menyukai dia main film. Nama Rima Melati muncul kembali ke dunia film pada tahun 1969, tak lama setelah perkawinannya dengan suaminya yang ketiga, Ir. Herwindo yang anak kandung Ny. Hartini Soekarno, lewat film Laki-Laki Tak Bernama.

Dia pun secara menyakinkan terpilih sebagai The Best Actress versi PWI Jaya 1971 lewat filmnya Noda Tak Berampun, kemudian dia terpilih sebagai Aktris Harapan lewat film Wajah Seorang Laki-Laki pada tahun 1972, Aktris Harapan 1973 lewat film Salah Asuhan. Panitia FFI 1973 di Jakarta memilih Rima Melati sebagai Aktris terbaik lewat filmnya Intan Berduri yang disutradarai Turino Djunaedy. Tahun 1975 membintangi film Max Havelaar (Saijah dan Adinda) produksi bersama perusahaan Indonesia dengan Belanda. Dan banyak lagi film-film lainnya. Rima melati sering mewakili Indonesia untuk hadir dalam berbagai Festival Film di Asia maupun Internasional. Pernah juga membintangi film iklan sebuah sabun terkenal untuk Asia tenggara. Tahun-tahun selanjutnya, ia lebih mencurahkan perhatiannya ke bidang perancangan busana dan peragawati lewat organisasi Indonesia Modeling Agency (IMA) yang dipimpinnya. Bersama IMA dia pernah mengikuti peragaan busana di Eropa dan Amerika pada tahun 1972, 1973 dan 1976.

Di luar keartisan, Rima Melati juga tergolong pengusaha restoran yang sukses. Bersama suaminya, Frans Tumbuan, ia memiliki beberapa restoran bertaraf Internasional : La Bistro, Jaya Pub, dan La Bodega. Rima Melati yang lebih akrab dengan panggilan Leintje ini, menyelesaikan pendidikan SMA-nya pada tahun 1970 di Jakarta, kemudian belajar pada kursus fashion dan kecantikan/rambut serta pernah juga memperdalam pengetahuannya dengan masuk Sekolah Piano.