Rijswijk

Sekarang dikenal sebagai Jalan Veteran. Persimpangan jalan dengan Jalan Majapahit, dulu merupakan bagian dari Kanaal Molenvliet di sebelah selatan (1648). Pada abad ke-17, dibangun sebuah benteng kecil untuk mengamankan ujung selatan Molenvliet dan Noordwijk. Pada awal abad ke-19, daerah ini masih sedikit penduduknya. Hanya sedikit pribumi dan orang Cina. Namun lama kelamaan, dari masa kependudukan Inggris berkembang menjadi pemukiman elit Eropa. Bahkan Raffles pada tahun 1812 pernah memerintahkan untuk membongkar rumah penduduk asli Rijswijk.

Sepanjang jalan semakin berwarna Eropa dengan berbagai bangunan seperti rumah Raffles yang menjadi Hotel der Nerlanden, rumah dinas Gubemur Jenderal Hindia Belanda (1820-1879), Gedung Harmonie, Grand Hotel Java, studio foto Woodbury & Page, Gedung Cavadino, Van Arcken & Co, V. Olislaeger & Co, Apotik Wilcke,Toko Pouligner, dan optik Duret. Daerah ini kehilangan nuansa elitenya setelah jantung kota Jakarta pindah ke Jalan Thamrin