Riboet, Miss

Nama penyanyi merangkap nama perkumpulan opera paling terkenal sampai masa PD II. Bersama suaminya, thio, ia memimpin opera Miss Riboet-nya menjadi sebagai perkumpulan seni dan olahraga sesuatu yang jarang-jarang terjadi. Ia membuat tradisi baru dalam dunia kesenian, bahwa setiap seniman musik dan teater yang ingin bergabung dalam kompani seninya itu, haruslah menguasai sekaligus seni dan sepakbola. Dalam waktu tertentu, pemain-pemain sandiwaranya harus dapat bertanding dan menang dalam sepakbola yang diselenggarakannya. Mengawinkan seni dan olahraga itulah menyebabkan mengapa sampai sekarang di Jakarta sering terlihat taka-tako yang menjual alat musik sekaligus alat olahraga pula. Dalam kedudukannya sebagai kumpulan seni, Opera Miss Riboet yang dikelolanya itu, terbilang menanjal di antara opera yang lain-lain. Selain memainkan musik serius, kelompok tersebut dikenal sebagai entertainer paling laku. Miss Riboet sendiri banyak mengeluarkan rekaman, selain sebagai pemain tetap dalam kumpulan itu. Lagu-lagunya dianggap sebagai model yang menyatukan selera nyai-nyai dengan neng-neng. Diantara yang terkenal dapat disebut misalnya Mina mana kondemu; Kokki naik taxi; Tjindra wasi; Rudjak uleg; Item puti. Dari kelompok itu lahir seorang musikus berbobot Lemmers yang mengganti nama menjadi Lesmana.