Ratmi B-29

Bernama asli Suratmi, lahir di Bandung, 16 Januari 1932, meninggal di Ujung Pandang 31 Desember 1977. Pendidikan HIS sampai kelas III. la lebih dulu dikenal sebagai seorang penyanyi lagu-lagu keroncong. Karirnya dirintis sejak tahun 1943 lewat orkes keroncong PAKI yang di pimpin oleh Soemarmo. la ikut pula berjuang dalam kancah revolusi fisik tahun 1945 yang ditempatkan pada bagian hiburan. Tahun 1947 mulai memasuki perkumpulan wayang orang. Dalam agresi ke II tahun 1948 Ratmi aktif kembali pada kesatuan tentara yang tergabung pada kesatuan DKOM (Komando Daerah Operasi Militer) di Rowokeli, Banyumas Selatan. Setelah agresi selesai, Ratmi kembali ke Bandung dan melanjutkan karirnya sebagai penyanyi keroncong pada Orkes Studio Bandung pimpinan E. Sambojan. Tahun 1956 ia pindah ke Jakarta dan menggabungkan diri pada sandiwara Daerah Ketoprak Mataram yang dipimpin oleh Idris Indra. Tahun 1958 Ratmi maju selangkah lagi, mulai menghimpun Pemain wayang orang Endang Redjeki. Sersan I Purnawirawan ini mulai memasuki dunia film tahun 1961 sebagai Figuran lewat film "Kuntilanak". Tahun 1966 ia mulai memasuki dunia lawak dengan menggambungkan diri dalam grup "Tiga Djenaka" bersama Slamet Harto Cs, hingga tahun 1976. kemudian Ratmi membentuk grup lawak yang bernama Ratmi Cs bersama Bandot dan Teten.

Tahun 1970 Ratmi mulai aktif kembali bermain dalam film. Film-film yang pernah didukungnya sejak pemunculannya kembali antara  lain: Dibalik Pintu Dosa (1970), Insan Kesepian (1971), Intan Berduri (1972), Bing Slamet Dukun Palsu (1973), Ketemu Jodoh (1973), Cukong Bloon (1973), Ratu Amplop (1974), Ali Baba (1977), Aladin (1975), Benyamin Raja Lenong (1975), Hujan Duit (1977), kebanyakan dalam peran-peran kocak. Ratmi meninggal dunia ketika sedang menyelesaikan film-nya yang ke-27, Direktris Muda (1977) di Ujung Pandang dan dikebumikan di Taman Pahlawan Kalibata Jakarta dengan upacara Kenegaraan.