Raad Van Justice

Dewan Kehakiman pada masa pemerintahan Belanda berdiri pada tanggal 21 Januari 1870. Tanggal 24 Juni 1620, Belanda mendirikan sebuah badan yang disebut Collegie van Schepenen artinya Dewan Pemulihan Keamanan, yang menjamin keamanan serta diberi kuasa untuk mengadili perkara pidana ataupun perdata. Anggota-anggota yang duduk dalam Collegie ini terdiri para pegawai Kompeni dan masyarakat Belanda lainnya. Pembentukan ini didasarkan atas dapat direbutnya Jayakarta dari tangan Pangeran Jayakarta oleh Jan Pieterszoon Coen pada tanggal 30 Mei 1619. Hukuman-hukuman yang diputuskan oleh Collegie kemudian dikirimkan kepada Gubernur Jendral untuk dimintakan persetujuannya, barulah hukuman bisa dilaksanakan.

Dewan Kehakiman atau Raadvan justitie sendiri didirikan pada tahun 1620 yang berkantor di gedung Stadhuis. Tugas Dewan ini adalah menyelesaikan masalah hukuman yang telah diputuskan oleh Collegie van Schepenen (Dewan Pemulihan Keamanan). Apabila hukuman ini dirasakan melampaui batas, terdakwa boleh mengajukan keberatannya kepada Dewan Kehakiman. Pada awalnya gedung Stadhuis digunakan oleh seluruh aparat Pemerintahan Belanda (VOC), seperti Gubernur Jendral, Collegie van Huweliyk Zaken, Raad van justitie dan para Pendidik Agama Kristen. Hampir seluruh kegiatan pemerintahan termasuk ekonomi, keamanan dan pendidikan serta agama dipusatkan di sini.

Pada tanggal 10 September 1798 dengan SK Pemerintah, maka Dewan Kehakiman menjadi Ordinaris Raad Van justitie Binnen het Casteel Batavia (Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia). Dari nama inilah akhirnya disingkat menjadi Raad Van justitie yang mempunyai tugas dan wewenang mengenai masalah pidana dan perdata untuk seluruh wilayah Hindia Belanda (Indonesia).