Quing-ming

Disebut juga cembing, merupakan pesta arwah, biasanya pada bulan April (ceng-beng). Pada masa lalu, pesta ini di Jakarta dipusatkan di dua tempat yaitu di Klenteng Wan-ji sie dan di pekuburan Gunung Sahari. Pesta ini merupakan kesempatan bagi para opsir Cina untuk mengukuhkan kewibawaan mereka. Pada waktu itu para nahkoda kapal maupun biksu ikut ambil bagian dalam upacara-upacara, juga diadakan pertunjukan sandiwara maupun permainan adu untung untuk rakyat. Lenyapnya Dewan Tionghoa atau Gong-guan, ditambah dengan lenyapnya pekuburan-pekuburan besar, menyebabkan pesta qing-ming kehilangan kemegahannya. Dewasa ini, upacara ini diadakan tersebar dan dilangsungkan di klenteng-klenteng marga, seperti Klenteng Ling-ying si dan ada pula di pekuburan-pekuburan yang masih bertahan.