Qasim Mansur

Seorang penyair, wartawan dan sastrawan asal Surabaya yang juga menjadi anggota Pengurus Yayasan 10 November 1945 dan anggota Angkatan 45, Jakarta. Di awal revolusi, Mansur Qasim aktif dalam BKR/TKR Surabaya, lalu menjadi anggota pengurus Pemuda Republik Indonesia (PRI). Ia pun turut dalam peristiwa penurunan bendera Belanda di Hotel Oranje pada pertengahan September 1945, dan dalam berbagai pertempuran di sekitar Surabaya. Mansur bekerja di RRI sebagai peliput pertempuran dan penyiar, mula-mula di Malang, kemudian di Bandung dan Tasikmalaya, lalu menjadi wartawan lepas. Pada tahun 1951 ia bekerja pada Perusahaan Film Negara sebagai peliput dan komentator untuk film berita Gelora Indonesia.

Ia kemudian ditempatkan sebagai staf Direktorat Penerangan Luar Negeri Departemen Penerangan RI. Seusai konfrontasi Indonesia-Malaysia, sebagai wartawan PAB (pusat Informasi Angkatan Bersenjata), Mansur termasuk dalam keanggotaan Delegasi Pemulangan Tawanan Konfrontasi di Malaysia. Mansur giat juga dalam kegiatan peribadahan, sebagai wakil PWI Jakarta menjadi anggota Majelis Pimpinan Haji. Ia sejak semula rajin menulis untuk koran maupun majalah, antara lain Patriot (Yogyakarta), Mimbar Indonesia (Jakarta), mingguan Siasat. Lukisan Dunia dan harian Angkatan Bersenjata. Pada tahun 1957 ia menerbitkan buku berjudul Tokoh Sastra Dunia.