PULAU UNTUNG JAWA

Pulau Untung Jawa memiliki luas 40,10 Ha dan berpenduduk 1.888 jiwa. Pulau Untung Jawa dahulu bernama Pulau Amsterdam. Pada tahun 1917 pulau ini ditinggal oleh penghuninya karena banyak penyakit malaria. Setelah dilakukan pembasmian malaria pada masa pemerintahan Belanda, pada tahun 1920 pulau Untung Jawa mulai dihuni kembali.

Sebagai pusat pemerintahan Kelurahan Pulau Untung Jawa, di pulau ini telah tersedia kantor Lurah serta fasilitas pemerintahan lainnya seperti Puskesmas, Sekolah, dan homestay. Untuk mencapai Pulau Untung Jawa tidaklah terlalu sulit, karena dapat melalui dermaga Muara Angke, Tanjung Pasir maupun Rawa Saban. Karena jaraknya yang tidak jauh dari Teluk Jakarta, banyak angkutan laut yang singgah ataupun khusus hanya melayani rute ke pulau ini.

Selain peruntukan pemukiman, Pulau Untung Jawa kini menjelma menjadi Kawasan Wisata Andalan Massal di Kepulauan Seribu. Pulau ini juga banyak menyediakan beragam fasilitas wisata. Mulai dari belanja cinderamata, pagelaran hiburan di gedung sasana wisata serba guna, jajanan makanan dan minuman khas pesisir, hingga panorama pantai maupun cagar hutan bakau yang bisa memanjakan mata wistawan. Sehingga tidak heran apabila di setiap akhir pekan pulau Untung Jawa kerap dikunjungi wisatawan dari Jakarta, Tangerang dan daerah lainnya.

Jajanan yang tersedia di saung-saung mungil sepanjang arena Pulau Untung Jawa merupakan khas Kepulauan telah menawarkan bentuk-bentuk paket makanan dengan ikan bakar khas Pulau Untung Jawa. Pengunjung dapat menikmati ikan bakar dengan memilih ikan hidup yang segar kemudian di bakar ataupun yang sudah tersedia. Selain itu, untuk guna lebih memanjakan bagi para pengunjung yang menyukai bersepeda keliling Pulau Untung Jawa melalui Jalur Lingkar sambil melihat hutan Mangrove juga sudah disediakan di sini. Salah satu Pulau di Kepulauan Seribu yang sudah mampu menanggulangi kebersihan lingkungan, Pulau Untung Jawa sudah memiliki incinerator atau pembuangan sampah akhir.

Untuk meningkatkan sarana kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu juga saat tengah mambangun pujasera. Sebuah fasilitas wisata belanja yang ditujukan untuk mengoptimalkan ekonomi masyarakat. Tampaknya pembangunan sektor kepariwisataan berbasis pemberdayaan masyarakat ini menjadi potensi Pulau Untung Jawa yang perlu terus digali dan dikembangkan.

Konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat diterapkan dalam menggali potensi ekonomi sekaligus menciptakan daya tarik wisata, dengan demikian sumber pendapatan yang diperoleh tidak saja mengalir bagi Pemerintah Kabupaten akan tetapi tersebar juga di kantong masyarakat yang menyediakan jasa wisata.

Di masa mendatang dalam rangka meningkatkan daya tarik pariwisata Kepulauan Seribu, maka atraksi di Pulau Untung Jawa akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.